Langsung ke konten utama

Tips Menghadapi Hujan Abu Vulkanik

#PrayforIndonesia, yaap, Indonesia sedang dalam suasana berkabung minggu" ini. Mulai dari Banjir, tsunami, gempa dan gunung meletus. Oke, tips menghadapi Hujan Abu Vulkanik yang keluar di Vanmovic Weblog kali ini saya fokuskan pada anda yang terkena musibah gunung meletus, terutama akhir" ini yang terjadi di Indonesia adalah meletusnya gunung merapai dan meningkatknya aktifitas gunung anak Krakatau.

Orang-orang yang terkena debu dari letusan gunung berapi biasanya mengalami keluhan pada mata, hidung, kulit dan gejala sakit pada tenggorokannya. Efek kesehatan ini bisa akibat paparan jangka pendek atau pun jangka panjang.

Bagi orang yang menderita bronkhitis, emfisema dan asma, sebaiknya segera mengambil tindakan pencegahan khusus untuk menghindari kondisi yang lebih parah yang dapat menyebabkan additional cardio-pulmonary stress (stres jantung-paru paru berlebih).

Hujan abu vulkanik umumnya terdiri dari partikel yang bentuknya tidak teratur, tajam dan bergerigi. Dengan kombinasi dan bentuk yang tidak teratur itu membuat abu vulkanik bersifat sangat menghancurkan.

Abu yang dikeluarkan bervariasi tergantung dari intensitas, ukuran partikel, kekuatan letusan dan kecepatan angin yang memabwa partikel-partikel tersebut. Hujan abu ini bisa disertai dengan guntur, kilat yang keras serta bau belerang yang kuat.

Dikutip dari Idaho Department of Environmental Quality, Senin (1/11/2010) ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah abu vulkanik masuk ke dalam tubuh, yaitu:

1. Usahakan untuk tinggal di dalam rumah atau tempat pengungsian sebanyak mungkin, hal ini untuk meminimalkan paparan debu. Selain itu hindari aktivitas yang berat.
2. Jika memiliki penyakit asma atau gangguan pernapasan lain, pastikan memiliki pasokan obat yang cukup dan pelajari manajemen bernapas. Jika timbul masalah pernapasan lain segera hubungi dokter.
3. Usahakan untuk menghindari pintu atau jendela ketika akumulasi abu datang.
4. Jika ingin keluar, gunakanlah masker wajah untuk mengurangi inhalasi partikel abu. Menggunakan masker memang bisa membuat napas menajdi lebih sulit, tapi ini penting untuk menghindari inhalasi abu.
5. Jika tidak ada masker, gunakan sapu tangan, kain atau pakaian lain yang dapat menyaring partikel abu. Untuk meningkatkan efektivitasnya bisa membasahi kain dengan menggunakan air.
6. Gunakan kacamata dan melepaskan lensa kontak yang untuk melindungi mata dari iritasi.
7. Usahakan untuk selalu menggunakan baju lengan panjang dan juga celana panjang jika ingin bepergian atau membersihkan abu.
8. Hati-hati saat mengonsumsi air minum, usahakan air yang dikonsumsi tidak terpapar atau tercemar abu vulkanik.
9. Usahakan untuk menyiapkan pertolongan pertama seperti obat, minum, makanan dan pakaian ganti.
10. Jika terkena luka bakar, cedera dan menghirup gas atau abu, segera minta bantuan medis untuk mendapatkan perawatan.
11. Luka bakar yang timbul akibat abu vulkanik umumnya lebih dalam dan bisa mencapai otot, untuk itu diperlukan pertolongan segera agar luka bakar tidak semakin meluas yang dapat mengakibatkan kematian.

Bagaimana pertolongan pertamanya?

Jika mata kemasukan abu atau debu, ada beberapa hal yang bisa dilakukan sebagai pertolongan pertama, yaitu:

1. Usahakan untuk tidak menggosok mata, karena akan membuat permukaan mata tergores yang nantinya menyebabkan infeksi seperti mata merah atau iritasi.
2. Pejamkan mata untuk beberapa saat, karena air mata akan berusaha membersihkan mata dari debu atau partikel yang masuk.
3. Jika tidak berhasil bisa dengan cara mencelupkan mata ke dalam air yang bersih untuk membantu mengeluarkannya.
4. Jika belum bisa keluar juga segera bawa ke dokter untuk mendapatkan perawatan.

Jika tubuh mengalami luka bakar, ada beberapa hal yang bisa dilakukan, yaitu:

1. Usahakan untuk membersihkan luka jika tidak parah dengan menggunakan air mengalir.
2. Saat tubuh terkena luka bakar, maka dengan sendirinya tubuh akan mengeluarkan cairan untuk mengobatinya.
3. Jika luka bakarnya cukup dalam atau luas, segera minta bantuan medis. Hal ini untuk mencegah terjadinya kerusakan organ yang lebih parah serta dehidrasi yang bisa memicu kematian.

Jika mengalami sesak napas akibat menghirup abu, ada beberapa hal yang bisa dilakukan, yaitu:

1. Berikan bantuan obat semprot inhaler.
2. Membantu seseorang ke posisi yang nyaman terutama duduk tegak sambil bersandar, jangan memposisikan orang untuk tiduran.
3. Cobalah untuk mengajaknya bernapas perlahan-lahan dan dalam.
4. Usahakan untuk mengajaknya ke tempat yang lebih bersih untuk menghindari paparan yang lebih berat.
5. Jika obat inhaler tidak memberikan pengaruh atau justru bertambah parah, mintalah pertolongan medis.

credit : http://www.detikhealth.com/read/2010/11/01/150555/1481612/763/tips-menghadapi-hujan-abu-vulkanik?l991101755

Postingan populer dari blog ini

Cara Membuat Ikan Cupang Menjadi Lebih Berani

Cara Membuat Ikan Cupang Menjadi Lebih Berani. Budidaya ikan cupang memang termasuk bisnis yang menjanjikan sekaligus menyenangkan. Dari sini biasanya dimulai dari hobi yang dikembangkan. Dan dengan keuletannya bersilang ria, terjadilah keturunan yang baru. Dan biasanya cupang dipelihara untuk diikutkan kontes atau juga diadu.

Bagi anda pengadu cupang, tentu saja anda punya beberapa koleksi ikan cupang aduan yang siap adu atau malah siap kawin untuk dibudidayakan agar tambah banyak ikan cupang milik anda. Nah, sekarang pertanyaannya bagaimanakah cara membuat ikan cupang lebih berani?
Masukkan daun ketapang yang sudah kering dan jatuh dari pohonnya ke dalam aquarium cupang anda.Ganti air setiap 3 hari dengan air yang baru. Jika menggunakan air PAM, sebaiknya telah diendapkan selama satu hari satu malam.Pada setiap pagi, hendaklah dijemur kurang lebih 1-2 jam untuk mendapatkan sinar matahari. Ini bisa dimanfaatkan untuk membunuh bakteri-bakteri yang ada dalamaquarium dan yang menempel d…

Penyebab Uban/Rambut Putih di Usia Muda

Penyebab Uban/Rambut Putih di Usia Muda. Rambut putih alias uban biasanya identik dengan rambut kakek dan nenek. Tapi uban tak selalu berkaitan dengan usia, karena bnyak juga orang yang masih muda sudah ubanan.Benar-benar uban yang terselip diantara rambut hitamnya, bukan karena disemir atau diwarna.Kenapa hal ini bisa terajadi?

Pernahkah Anda bertemu dengan seseorang yang usianya masih tergolong muda, yaitu sekitar 20-an, tapi rambutnya sudah tumbuh uban di sana-sini. Bisa jadi, Anda juga mengalami hal sama. Padahal usia Anda masih 30-an, masih tergolong relatif muda untuk beruban kan? Secara medis, uban sebetulnya tidak mengganggu kesehatan tubuh. Namun, akan sedikit menganggu penampilan.


Penyebab Uban/Rambut Putih di Usia Muda
Meskipun gen tertentu yang membawa sifat dari uban prematur belum ditemukan, tapi alasan genetika sudah sangat umum dan turun-temurun terjadi. Uban yang muncul di usia mudah lebih banyak karena faktor genetik atau keturunan. Uban terjadi karena pigmen rambutny…

Sony Ericsson E15 Xperia X8 | Harga dan Spesifikasi Soner X8

Sony Ericsson E15 Xperia X8. Hmmm, kali ini ingin ngereview ponsel hp Sony Ericsson E15 Xperia X8 nih. Soalnya beberapa hari lalu Berita Terkini hanya menyajikan download WhatsApp maupun download Angry Birds for PC. Okelah, Harga dan Spesifikasi Sony Ericsson E15 Xperia X8 ini sih dirancang untuk pengguna yang butuh layar lebih lebar dan harga yang lebih terjangkau atau dapat disebut sebagai smartphone hiburan dengan layar sentuh.

Dilihat dari tampilan, HP Sony Ericsson Xperia X8 E15 terlihat begitu elegan dan berdesain futuristik. Ponsel Sony Ericsson Xperia X8 E15 mengusung konsep layar sentuh dan memiliki 3 tombol utama di bagian depannya. Namun jika dilihat secara detail, HP Sony Ericsson Xperia X8 begitu mirip dengan keluarga Xperia yang lain, hanya saja ukurannya lebih kecil daripada X10 namun sedikit lebih besar daripada X10 Mini dan X10 Mini Pro.

Untuk fitur Sony Ericsson Xperia X8 E15 adalah OS Android v1.6, processor Qualcomm MSM7227 600Mhz, polifonik, kamera 3.15 MP,…